Introducing Stacy Rosemary

Hello^^ I’m here to introduce a new “character” with the name Stacy. This character is a collaboration character between me and Viona Angelica, the owner of shining-hearts

Without any more random talks, let’s check it out!

Stacy’s biography

Stacy Rosemary adalah gadis yang lahir di tanggal 13 February 1583, dan berdarah bangsawan Eropa sehingga membuatnya memiliki kulit bersih tanpa ada bercak merah sedikit pun.Ia dilahirkan dengan badan nan ringkih dan rentan terhadap penyakit sehingga ia tidak diperbolehkan keluar dari menara milik keluarganya kecuali untuk bersekolah. Ia meninggal akibat penghianatan sahabatnya sendiri Amanda Hillary.

Ia telah meninggal diumurnya yang ke 14, dalam keadaan batang hidung yang patah, alis yang tercukur tanpa bulu, serta mulut yang terbelah pisau. Ia tidak akan pernah menerima penghianatan antar sahabat. Maka siapapun yang menginginkan sahabatnya mati, karena telah melakukan suatu penghianatan besar, disitulah Stacy akan muncul dan membantunya membunuh sahabatnya sendiri yang telah mengkhianati orang tersebut.

Dalam setiap kemunculannya, ia selalu membawa Emily, sahabatnya yang selalu ia bawa kemanapun berupa boneka gadis kecil dengan tatanan seperti orang Belanda yang sedang trend pada masa itu. Namun saat kematian pemiliknya, Stacy, Emilypun dibakar sehingga memiliki muka yang retak-retak.

The Life of Stacy Rosemary

Stacy Rosemary 1597

The illustration of Stacy Rosemary in 1597 when she was 14 years old

Stacy Rosemary terlahir sebagai anak dari bangsawan Eropa zaman dulu. Sejak kecil, ia sangat cantik dan terkenal di kalangan para bangsawan. Saat berusia dua tahun, ia terkena penyakit mematikan. Di usianya yang ke-4, ia berhasil sembuh dari penyakit itu. Namun sayang, sebagai akibatnya, ia menjadi ringkih dan rentan terhadap penyakit. Karena kondisi tubuhnya itu, kedua orang tuanya melakukan segala cara untuk melindunginya–mulai dari tidak memperbolehkannya bermain di luar menara tempatnya tinggal, sampai menyewa berpuluh-puluh pelayan untuk menjaganya.

Karena seluruh hidupnya jadi seperti dikontrol oleh kedua orang tuanya, Stacy pun tidak bisa bergaul dengan bebas bersama teman-temannya. Satu-satunya teman yang ia miliki hanyalah sebuah boneka cantik yang merupakan hadiah dari ibunya saat ulang tahunnya yang ke-7, boneka Emily. Sementara teman-teman di sekolah selalu mengolok-olok dan membullynya karena ia terus dikekang, dilindungi, dan dimanja. Selain itu, teman-teman juga mengolok-oloknya karena ia masih suka bermain dengan boneka Emily, bahkan sampai ia naik ke sekolah tingkat dua. Bagi Stacy, sekolah pun menjadi semacam tekanan yang tak bisa ia hindari.

Setelah beranjak remaja, Stacy tumbuh menjadi gadis yang cantik. Banyak orang iri akan kecantikannya yang di atas rata-rata–dengan mata biru jernih, rambut pirang keemasan, kulit putih bersih, hidung mancung sempurna, serta bibir merah tipis. Orang-orang yang membencinya di SD mulai semakin membencinya karena iri terhadapnya.

Akan tetapi, di antara orang-orang yang membencinya itu, Stacy bertemu dengan Amanda Hillary, seorang gadis yang bersikap baik hati terhadapnya. Stacy dan Amanda pun dengan cepat menjadi dekat, dan Stacy langsung menganggap Amanda sahabatnya. Stacy begitu senang karena bisa memiliki sahabat sungguhan, bukannya boneka saja seperti Emily.

Kebahagiaan Stacy rupanya tidak bertahan lama. Suatu hari di usianya yang keempat belas, Stacy pulang dari sekolah bersama Amanda dan boneka kesayangannya, Emily. Amanda mengajak Stacy mampir ke sebuah gudang yang sudah tak terpakai dengan alasan ingin memungut anak anjing yang dilihatnya di sana tadi pagi. Stacy tidak merasa curiga sedikit pun, kemudian mengikuti Amanda masuk ke dalam. Di dalam gudang, tiba-tiba Amanda menutup pintu, dan situasi menjadi gelap gulita. Stacy memanggil-manggil nama Amanda, tetapi tidak mendengar jawaban.

Lampu tiba-tiba menyala, dan Stacy kemudian sadar bahwa yang ada di dalam gudang itu bukan hanya dirinya dan Amanda, melainkan juga ada gadis-gadis yang iri terhadap kecantikannya dan selalu membullynya. Stacy ketakutan dan memanggil nama Amanda untuk minta tolong, tetapi Amanda malah menolak dengan kasar dan mengungkapkan fakta bahwa selama ini ia bersekongkol dengan gadis-gadis itu demi memanfaatkan kekayaan Stacy, dan bahwa sebenarnya Amanda termasuk salah satu dari gadis-gadis itu karena ia juga iri terhadap kecantikan Stacy.

“Di sinilah kami akan mengakhiri segalanya,” adalah kalimat terakhir yang diingat Stacy dari Amanda sebelum pisau-pisau itu mengarah ke wajahnya. Gadis-gadis kejam itu mencukur alis Stacy, mematahkan hidung Stacy, merobek mulut Stacy hingga menjadi sangat lebar, dan mencelupkan seluruh rambutnya ke dalam tinta hitam yang dapat memberikan rasa terbakar pada kulit kepala. Stacy merasakan sakit luar biasa di sekujur tubuhnya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia menangis, tapi rasanya justru semakin perih saat air mata mengenai luka-lukanya. Ia merasakan darah membasahi seluruh wajahnya, dan terlebih lagi, ia merasakan pengkhianatan.

Setelah selesai “mempermak” wajah Stacy, gadis-gadis itu mulai ketakutan bahwa ulah mereka akan diendus publik lantaran Stacy adalah anak dari bangsawan terpandang. Maka, untuk mengakhiri pekerjaan keji mereka, Stacy dikunci di dalam gudang dalam keadaan tak berdaya serta sekarat. Gudang pun dibakar beserta Stacy di dalamnya. Stacy mati terbakar dengan dendam kuat di hatinya terhadap pengkhianatan yang dilakukan Amanda dan kekejaman gadis-gadis yang menyiksanya.

Saat keluarga Stacy mendengar mengenai kematian putri semata wayang mereka, mereka sangat sedih dan marah. Namun, saat mereka datang ke puing-puing gudang tempat Stacy dibunuh, mereka sama sekali tidak menemukan bekas-bekas mayat Stacy…

…Hanya ada boneka Emily yang duduk di tengah-tengah gudang dengan percikan darah di seluruh gaunnya, serta retak-retak di wajahnya akibat ikut terbakar di dalam gudang.

Setelah kejadian itu, Stacy selalu menghantui orang-orang yang mempunyai dendam bagi sahabat-sahabat mereka, dan yang pernah merasakan pengkhianatan sahabat. Setiap orang yang berniat membunuh sahabatnya sendiri, akan dirasuki oleh roh Stacy. Dan setiap kali korban berjatuhan, selalu ada boneka Emily di samping korban, seolah boneka itu menyaksikan segalanya.

************

Do you want to see what Stacy looks like now?

Hello, it's Rosemary behind you!

Hello, it’s Rosemary behind you!

That’s all about Stacy^^ FYI, Stacy is the ghost appeared in “Under The Moon”, which means, appeared also in my dream that night.

From now on, Stacy’s gonna be the one shot “queen” in my blog and also in Viona’s Blog. I hope you enjoy it, and enjoy our psycho minds._.

That’s all, thanks^^

Advertisements

3 thoughts on “Introducing Stacy Rosemary

  1. Haiii 😐
    Sori baru komen, btw ……… #ini #gatau #mau #komen #apaan
    Yahh, good luck buat stacy(?)
    Buat jamur sm vio = Be brave (selama nulisnya, gue jg merinding klo baca ._.) Demikian komennya ._.

Tell Me Whatever You're Thinking Right Now

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s