[SHARE] Riddle #21

Istriku baru saja mengalami kejadian mengerikan saat aku sedang tidak ada di rumah. Berita itu mengejutkanku, dan sekaligus memberiku secercah perasaan lega bahwa istriku selamat dari kejadian itu tanpa luka apa pun kecuali syok mental yang agaknya bakal bertahan cukup lama.

Saat itu sore hari–sekitar pukul enam sore, dan aku bersiap pulang dari kerja seperti biasa. Namun, tiba-tiba salah seorang klienku menelepon dan berkata ia membutuhkan bantuan darurat. Mendadak sekali, sekaligus tidak bisa ditolak. Akhirnya aku terpaksa menunda pulang ke rumah untuk bekerja.

Saat aku sampai di rumah, rupanya rumahku sudah dikelilingi mobil polisi. Aku terkejut dan segera menghampiri istriku yang duduk tak jauh dari situ dengan wajah pucat.

“Seorang perampok masuk ke rumah,” katanya, “Ia mencoba membunuhku.”

“Bagaimana bisa?” tanyaku panik, “Sistem keamanan rumah kita kan tidak sejelek itu.”

Aku membukakan pintu untuknya,” kata istriku, “Kukira itu kau. Biasanya kau kembali dari tempat kerja pada jam setengah tujuh. Perampok itu datang di waktu yang sama, pura-pura bertamu dengan mengetuk pintu.”

Istriku serta-merta menangis, terisak keras sekali sampai-sampai jantungku rasanya mencelus. Aku merasa bersalah sebagai suami bejat yang tidak bisa melindungi istrinya kapan pun dan di mana pun. Aku memeluknya.

“Tenang…,” kataku menenangkan, “Kau sudah selamat…”

Di tengah isak tangisnya, istriku meracau, “Untung saja aku membawa pisau dapur sehingga bisa melindungi diri. Kalau tidak, pasti aku sudah mati… Aku takut sekali…”

Kutepuk-tepuk punggungnya supaya tangisannya berhenti, tapi aku tahu itu tidak mudah baginya.

Seorang polisi menghampiri kami berdua. “Pak James,” sapanya padaku. Aku mengangguk sebagai balasan. “Sepertinya Anda sudah mendengar soal peristiwa barusan.”

Kuanggukkan kepala. “Ya,” kataku, “Bagaimana bisa para tetangga tidak sadar ada perampok yang menerobos masuk ke kompleks perumahan?”

“Dia menyamar, Pak,” jawab polisi itu, “Sepertinya dia sudah mempersiapkan rencana itu baik-baik. Tapi kabar baiknya, sekarang kondisi sudah aman. Istri Bapak sepertinya sedikit trauma, tapi perampok itu sudah ditahan. Kalian berdua bisa tenang.”

Aku menghela napas panjang, kemudian melirik istriku yang masih saja menangis tersedu-sedu. “Terima kasih atas laporannya,” kataku kepada polisi itu, “Ya, sepertinya istri saya masih sedikit trauma. Aku mungkin bisa menenangkannya. Bisakah kau beri kami berdua privasi untuk sementara waktu?”

***
Pertanyaan :
Apa sebenarnya yang terjadi?

Heyoooww!! I’m back with another riddle! 😀

Mm… actually, the original version of this riddle is quite common and “old”, so I decided to make my own version based on the same idea. Well, basically, I do that to some of my riddles here, and it does make them harder to solve. I hope it works in this riddle, cz the original version is…. I dunno… too easy?

So yea, easy or not, I’m still waiting for your “footnote” below. Keep trying, and I hope you find the right answer soon! Bubaahh!!

Advertisements

2 thoughts on “[SHARE] Riddle #21

  1. Istri ny bermaksud buat bunuh suami nya.
    Dia bilang “untung saja aku membawa pisau dapur”
    Buat apa dia bawa piso dapur kalo mau buka pintunya
    Berarti emang udah ngerencana ngebunuh suaminya

Tell Me Whatever You're Thinking Right Now

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s