[REQUEST / SHARE] Riddle #30

Detektif James melangkah memasuki ruangan kecil dengan penerangan melebihi cukup itu. Dinding-dinding ruangan itu bercat kuning ceria, kontras dengan lantainya yang berwarna hitam. Lampu-lampu gantung yang menghiasi langit-langit seolah mengejek alasan Detektif James datang ke sini malam ini–hal yang sanggup membuatnya merelakan tidur hanya untuk dihadapkan pada kabar tidak mengenakkan lainnya.

“Kau bilang di sini tempat pembunuhannya?” dia bertanya pada seorang polisi yang memandu di depan. Polisi itu sudah tua, mungkin sudah kepala enam–atau bahkan lebih. Tetapi hal itu tidak mengurangi kegagahan yang ia tampakkan. Matanya tajam dan awas, mengingatkan James pada mata elang. Gerak-geriknya tegas dan lincah, sangat mencerminkan jabatannya yang dihormati dalam kepolisian.

“Benar,” polisi itu berkata, “Mayat sama sekali belum dipindahkan.”

Mereka berjalan lebih jauh memasuki ruangan, melalui celah di antara kursi-kursi beludru marun yang tertata rapi–tiga belas kursi tiap barisnya, semuanya menghadap ke meja tinggi di atas panggung depan ruangan. Detektif James bergidik membayangkan apa yang bakal dilihatnya di balik meja itu. Selain kursi-kursi itu, hanya ada lima poster motivasi ceria yang digantungkan di dinding untuk mengisi kekosongan ruangan.

“Korban baru saja memimpin seminar di ruangan ini,” polisi menjelaskan, “Kemudian, dia diduga dibunuh. Oleh siapa, itu yang harus kau pecahkan.”

Mereka tiba di depan panggung dan naik menuju meja itu. Pemandangan seorang pria berjas yang terbaring lemas dengan darah membanjir di sekitarnya langsung tampak mencolok. Ini bukan kali pertama James melihat mayat, tetapi fakta itu tidak membuatnya terbiasa melihat tubuh seseorang yang sudah tak bernyawa–sama sekali tidak.

Detektif James memperhatikan lokasi tempat mayat tersebut meninggal. Ia melihat mikrofon mati yang berdiri tegak di atas meja, setumpuk kertas yang sepertinya merupakan materi seminar, arloji pecah yang terserak di lantai, dan sebuah papan–letaknya terlalu dekat dengan korban, sehingga hampir mustahil untuk dilewatkan. Papan itu memuat tulisan aneh di atasnya–sepertinya ditulis oleh korban dengan darahnya sendiri sebelum dia menghembuskan napas terakhir.

“Namanya Christopher Julius,” polisi menjelaskan, “Motivator ternama di kota ini. Hari ini memberikan seminar mengenai sukses dan semacamnya. Kau bisa membaca kertas materi seminar itu kalau mau, tapi aku khawatir itu tidak akan mengungkapkan apa-apa. Lebih mungkin bahwa–”

“Papan itu,” James menyela, mengabaikan sopan-santun, “Apa ituΒ darahΒ di atasnya?”

“Ya, sepertinya ditulis sendiri oleh korban. Mungkin petunjuk yang harus kau pecahkan.”

“Sudah kuduga,” James berkata. Ia memandang kembali tulisan di atas papan itu :

Yang terbanyak. Jumlah dalam bentangan

EHFGBA

“Menemukan sesuatu?” polisi itu bertanya, “Kami masih punya satu hal yang belum kau lihat. Daftar tersangka. Semuanya sudah ditahan sementara. Kalau-kalau ada yang bertanggung jawab, penangkapan bisa langsung dilakukan. Ada tiga dari mereka.”

“Boleh aku meminta daftarnya sekarang?” Detektif James bertanya.

Polisi itu menyerahkan secarik kertas yang terletak di dalam sakunya. Kertas itu adalah hasil tulis tangannya sendiri.

1. Damian Spencer. Asisten, orang terpercaya korban. Sudah 3 tahun bekerja bersama korban. Turut menghadiri seminar tetapi mengaku langsung pulang begitu seminar selesai.

2. Kimberly Jacqueline. Anak perempuan korban. Mahasiswa semester tujuh jurusan kedokteran. Seharusnya menjemput korban seusai seminar, tetapi mengaku terjebak macet sehingga terlambat datang.

3. Hughwin Ruston. Penyelenggara seminar sekaligus sponsor. Juga teman masa sekolah korban. Menghadiri seminar hingga pertengahan acara, kemudian mengaku ada urusan sehingga harus segera meninggalkan seminar.

“Tidak ada yang mengaku berada di tempat saat pembunuhan berlangsung,” polisi itu berkata.

Itu sih sudah jelas, batin James.

“Sepertinya aku tahu siapa yang harus ditanyai,” Detektif James berkata.

“Kau tahu pelakunya?” polisi itu bertanya.

“Belum,” Detektif James mengaku jujur, “Tetapi, melihat klu yang ditinggalkan korban, rasanya saya punya ide bagaimana memecahkannya.”

***

Pertanyaannya :

Siapakah pembunuhnya?

***

Oke. Ini request udah dari zaman kapan HAHAHA.

Jadi, finally, saya bisa bikin riddle sendiri! Yeah! Dan itu tadi hasilnya._. Ini sebenernya request dari salah satu readers saya atas namaΒ Farhat. Semoga bisa mecahin ya! πŸ˜€ dan maaf kalo klunya jelek banget, habis bingung._.

Oke, ditunggu jawabannya di kotak komentar!

Advertisements

23 thoughts on “[REQUEST / SHARE] Riddle #30

  1. jadi dari tulisan di papan, kan ada tulisan : jumlah dalam bentangan
    nah itu maksudnya jumlah kursi dalam satu baris, jadi ada 13
    trus nama damian spencer terdiri dari 13 huruf jadi ya gitu 😐
    walaupun hughwin ruston jg terdiri dari 13 huruf sih .___.v tp entah knp lebih mungkin kalo damian tu pembunuhnya.. #kepengaruhOMENkaliya

  2. kalau dilihat dari clue-nya:
    * Yang terbanyak: mungkin merujuk pada orang yg berperan banyak/penting dalam seminar.
    * Jumlah dalam bentangan: nah, yg ini aku bingung. Di riddle nggak disebutin banyak baris kursinya. Yang disebutin cuma 13 kursi tiap barisnya.
    * nah, huruf EHFGBA: itu kan terdiri dari 6 huruf. Lihat nama belakang masing2 tsk, cuma Mr. Hughwin yg nama belakangnya 6 huruf yaitu Ruston. Hehe, mianhae kalau aneh πŸ˜€

    1. Bukan sandi caesar sih tapi mirip πŸ˜€
      Kalo sandi caesar kan diambil huruf yang posisinya bekebalikan, tapi ini langsung aja diambil yang posisinya tepat di bawahnya πŸ˜€ jadi lebih kaya atbash tapi pake huruf alfabet biasa, sedangkan satu barisnya bener pake kunci 13 karena sesuai dgn bentangan πŸ˜€ “yang terbanyak” mengacu kepada benda terbanyak di ruangan tsb (yang adalah kursi, karena poster motivasinya cuma ada 5, jadi jelas kursinya lebih banyak)
      Sip deh bisa nebak!:D
      Buat readers lain yang belum jelas, nih aku kasih ilustrasi :
      A B C D E F G H I J K L M
      N O P Q R S T U V W X Y Z
      Coba EHFGBA dimasukin situ trus diliat huruf bawahnya. Ketemu deh! XD
      RIDDLE SOLVED!

Tell Me Whatever You're Thinking Right Now

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s