[CHAPTER ONE] The Missing Light : Smoke, Cards, and Everything Red

BIAR kumulai cerita ini dengan sesuatu yang membosankan : bunyi decitan spidol di papan tulis itu warnanya biru seperti lautan, dan bunyi dentang jam setiap satu jam berlalu itu warnanya merah seperti darah.

Ya, ya, aku tahu. Aku memang terdengar seperti sedang melantur, tetapi hal semacam ini—hal-hal konyol yang tidak dipahami orang-orang—sudah menjadi makanan sehari-hari bagiku.

Namaku Continue reading

Advertisements

The Accident That Night

Copyright © 2017 by Cindy Handoko

Rintik hujan terus turun dengan deras, membasahi jalan perumahan utama kota yang baru saja selesai diaspal tiga hari yang lalu. Bunyi guyuran air yang menghantam atap-atap rumah dua tingkat yang berderet di sepanjang jalan turut mengeruhkan suasana malam itu. Sirene polisi meraung-raung di kejauhan. Mobil-mobil berderet di sisi kiri jalan, seperti mengantre di belakang garis polisi yang dipasang melintang, ditinggalkan oleh para pemiliknya yang penasaran akan huru-hara yang sedang terjadi.

Continue reading

[PROLOGUE] The Missing Light

Copyright © 2017 by Cindy Handoko

SEGALA sesuatu terasa biasa.

Gelapnya cakrawala yang dibalut awan mendung tanpa bintang, embusan angin malam yang membawa hawa dingin menusuk tulang, bunyi gemeresik daun yang sesekali terdengar di kejauhan, bau harum samar-samar bunga bugenvil yang baru saja mekar, lorong-lorong sekolah yang remang-remang, kesunyian malam, bunyi dentang jam setiap satu jam sekali—semuanya, semuanya terasa biasa.

Barangkali ada sesuatu yang berbeda malam itu—bukankah biasanya, hal-hal yang nampak wajar menyimpan rahasia yang luar biasa di baliknya? Continue reading

[POEM #14]

The thing is

not everyone is going to pay attention to you

as much as you do yourself

Not everyone is going to notice

all the flaws that keep you up all night

all of them

that frightens you

making you think

that you are so far away from enough

Because they all have those

in themselves too

–CH, April 2017