003 Escape Route : The Heroes

er

Title : ESCAPE ROUTE (Rute Pelarian Diri)
Episode : 003 The Heroes (Para Pahlawan)
Release Date : 2015/12/15
Casts : You, others
Rules : Click here (Reading the rules first is mandatory / Membaca peraturan terlebih dahulu adalah wajib)
Important note : Don’t forget to take the survey after you finish this part of your game. Questions and choices will be written in red. Not understanding inside jokes is okay. Just go with the flow and enjoy! (Jangan lupa mengisi survei setelah menyelesaikan bagian permainanmu yang ini. Pertanyaan dan pilihan akan ditulis dalam warna merah. Tidak apa-apa bila kamu tidak memahami inside jokes dalam cerita. Ikuti saja arusnya dan nikmati!)

PREVIOUS EPISODE : 002 Escape Route

 

Ready to Imagine?

LET’S GO!

Continue reading

Advertisements

002 Escape Route : The Routes

er

Title : ESCAPE ROUTE (Rute Pelarian Diri)
Episode : 002 The Routes (Rute-rute)
Release Date : 2015/12/08
Casts : You, others
Rules : Click here (Reading the rules first is mandatory / Membaca peraturan terlebih dahulu adalah wajib)
Important note : Don’t forget to take the survey after you finish this part of your game. Questions and choices will be written in red. Not understanding inside jokes is okay. Just go with the flow and enjoy! (Jangan lupa mengisi survei setelah menyelesaikan bagian permainanmu yang ini. Pertanyaan dan pilihan akan ditulis dalam warna merah. Tidak apa-apa bila kamu tidak memahami inside jokes dalam cerita. Ikuti saja arusnya dan nikmati!)

PREVIOUS EPISODE : 001 Escape Route

 

Ready to Imagine?

LET’S GO!

Continue reading

001 Escape Route : The Circle

er

Title : ESCAPE ROUTE (Rute Pelarian Diri)
Episode : 001 The Circle (Lingkaran)
Release Date : 2015/12/04
Casts : You, others
Rules : Click here (Reading the rules first is mandatory / Membaca peraturan terlebih dahulu adalah wajib)
Important note : Don’t forget to take the survey after you finish this part of your game. Questions and choices will be written in red. Not understanding inside jokes is okay. Just go with the flow and enjoy! (Jangan lupa mengisi survei setelah menyelesaikan bagian permainanmu yang ini. Pertanyaan dan pilihan akan ditulis dalam warna merah. Tidak apa-apa bila kamu tidak memahami inside jokes dalam cerita. Ikuti saja arusnya dan nikmati!)

 

Ready to Imagine?

LET’S GO!

Continue reading

Rules and Notes About the Upcoming “Escape Route”

er

Halo, readers!

Seperti yang sudah diberitakan di sini, untuk hari Natal tahun ini, Magical Hidden Notes akan mempublish game pertama yang dicampur dengan fiksi berjudul Escape Route alias Rute Pelarian Diri. Continue reading

[CHAPTER SEVENTEEN] Little Stories of Ours

Cover by Cindy Handoko

Cover by Cindy Handoko

Copyright © 2015 by Cindy Handoko

Previous chapters : 1 || 2 || 3 || 4 || 5 || 6 || 7 || 8 || 9 || 10 || 11 || 12 || 13 || 14 || 15 || 16

Tujuh Belas

Stephanie

Terlalu banyak mulut yang terjahit rapat—menyimpan rahasia, tetapi hanya akan mengucurkan darah apabila dibuka paksa.

 

***

NYARIS saja aku menjatuhkan diri sendiri dari kursi saat Jerry tiba-tiba menoleh dan mencondongkan tubuh ke arahku. Aku dapat merasakan mataku melotot dan mulutku hampir menjerit. Cindy, yang duduk tepat di hadapan kami berdua, juga nampak terkejut. Untuk sesaat, kami bertiga terdiam dalam keheningan yang membingungkan.

Aku dapat melihat wajah Jerry dari jarak yang dapat dibilang terlalu dekat saat sel-sel tubuhku masih membeku. Wajah itu tampak pucat, dan rahangnya keras. Kantung matanya ditekan oleh dua bola mata cokelat gelap yang melotot, dipaksa membentuk lengkungan hitam tepat di atas plester luka yang ditempel melintang di pipinya. Continue reading

[CHAPTER SIXTEEN] Little Stories of Ours

Cover by Cindy Handoko

Cover by Cindy Handoko

Copyright © 2015 by Cindy Handoko

Previous chapters : 1 || 2 || 3 || 4 || 5 || 6 || 7 || 8 || 9 || 10 || 11 || 12 || 13 || 14 || 15

Enam Belas

Luna

Selalu ada kali pertama untuk setiap hal. Dan inilah kali pertama aku merasa hatiku tercabik-cabik seperti kertas bekas—terlalu rapuh untuk dipertahankan, tetapi terlalu berharga untuk dibuang.

 

***

AKU sudah memikirkan beberapa reaksi yang mungkin ditampakkan Dian saat melihat David, mulai dari memasang wajah kaget dan berkata, “Astaga, ternyata kamu punya pacar? Kirain jomblo!” sampai tersenyum ramah dan memutuskan untuk tidak berkomentar sama sekali. Tapi, reaksi yang sungguh-sungguh ia tampilkan benar-benar berbeda dari bayanganku.

Selama beberapa detik yang terasa bagaikan lima abad, Dian memandangi David tanpa berkata apa-apa. Kemudian, ia memutuskan bahwa kami berempat harus segera jalan sebelum menghabiskan waktu terlalu lama. Sampai di sini, kukira dugaan keduaku benar. Tetapi, hal itu terbukti keliru saat kami berempat sudah duduk manis di dalam sebuah restoran di mal itu.

“Aku mau ke toilet, nih,” Dian tiba-tiba berkata, “Luna ikut, nggak?”

Continue reading