[CHAPTER ONE] The Missing Light : Smoke, Cards, and Everything Red

BIAR kumulai cerita ini dengan sesuatu yang membosankan : bunyi decitan spidol di papan tulis itu warnanya biru seperti lautan, dan bunyi dentang jam setiap satu jam berlalu itu warnanya merah seperti darah.

Ya, ya, aku tahu. Aku memang terdengar seperti sedang melantur, tetapi hal semacam ini—hal-hal konyol yang tidak dipahami orang-orang—sudah menjadi makanan sehari-hari bagiku.

Namaku Continue reading

Advertisements

[PROLOGUE] The Missing Light

Copyright © 2017 by Cindy Handoko

SEGALA sesuatu terasa biasa.

Gelapnya cakrawala yang dibalut awan mendung tanpa bintang, embusan angin malam yang membawa hawa dingin menusuk tulang, bunyi gemeresik daun yang sesekali terdengar di kejauhan, bau harum samar-samar bunga bugenvil yang baru saja mekar, lorong-lorong sekolah yang remang-remang, kesunyian malam, bunyi dentang jam setiap satu jam sekali—semuanya, semuanya terasa biasa.

Barangkali ada sesuatu yang berbeda malam itu—bukankah biasanya, hal-hal yang nampak wajar menyimpan rahasia yang luar biasa di baliknya? Continue reading